Flu burung


Ilustrasi - http://ews.kemendag.go.id

Halo teman – teman semuanya...
Kembali lagi dengan saya di blog saya yang berdebu ini...
Jika di postingan sebelumnya saya membahas tentang sambiloto yang dapat mengobati flu burung. Dipostingan kali saya akan membahas tentang penyakit flu burung itu sendiri.
Ok langsung saja kita bahasa kalau begitu
Sebelumnya apa itu flu burung ? seperti yang telah sedikit saya sampakan pada postingan sebelumnya, flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1, yang penyebarannya dapat melalui debu dari kotoran hewan yang terinfeksi, makanan, minuman ataupun sentuhan. Di Indonesia sendiri virus Avian Influenza sering dikenal dengan nama ‘’ flu burung’’. Penyebaran virus avion influenza A (H5N1) di Indonesia dimulai sejak terjadi KLB pada unggas di bulan Agustus 2003.  Wabah flu burung atau avian influenza (AI) mulai berjangkit di Indonesia sejak tahun 2003 dan menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar selain membahayakan kesehatan manusia.  Jumlah kasus flu burung di Indonesia sampai tahun 2009 tercatat 147 kasus dengan 212 kematian (Sejati 2010). Kerusakan yang disebabkan oleh virus AI dapat diakibatkan oleh tiga proses.  Pertama, replikasi langsung di sel, jaringan, dan organ.  Kedua, efek tidak langsung dari produksi mediator seluler seperti sitokin.  Ketiga, iskemia yang disebabkan oleh trombosis vaskuler (Swayne & Pantin-Jackwood 2008). Transmisi virus AI yang tergolong Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) dapat terjadi melalui kontak langsung, kontak terhadap peralatan terkontaminasi sekresi respirasi atau feces yang mengandung virus, pergerakan manusia dengan virus yang menempel pada sepatu atau pakaian, udara, maupun air.  Virus yang masuk secara intranasal mengalami replikasi awal di epitel saluran respirasi.  Dua puluh empat jam setelah paparan awal, epitel nasal mengalami ulserasi dan inflamasi dengan virus berada di submukosa, makrofag, heterofil, serta sel endotel.  Selanjutnya replikasi terjadi di sel endotel dan menyebar melalui pembuluh darah atau sistem limfatik, mengakibatkan infeksi dan replikasi virus di berbagai tipe sel pada organ viseral.  Viremia terjadi dengan atau tanpa replikasi sel endotel vaskuler.  Beberapa virus HPAI mengakibatkan viremia yang disertai replikasi pada sel parenkim organ visera (Swayne & Pantin Jackwood 2008).
Tentunya penyakit ini menjadi ancaman besar bagi masyarakat khusunya yang sering mengkonsumsi daging unggas dan para peternak unggas.
Maka dari itu pencegahan terhadap penyakit ini perlu dilakukan, dan tentunya harus ada keterkaitan antara masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran penyakit ini. Perlu diberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat terhadap penyakit ini dan tentunya dengan diikuti perilaku masyarakat, seperti menjaga kebersihan kandang ternak dan kesehatan hewan ternak. Terutama bagi mereka yang mendirikan kandang ternak di sekitar rumah mereka.
Oke sampai sini dulu ya semoga bermanfaat

Referensi:
Sejati WK. 2010. Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Ayam Broiler di
Kabupaten Bogor. Jakarta: Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Departemen Pertanian.
Swayne DE, Pantin-Jackwood M. 2008. Pathobiology of Avian Influenza Virus Infections in Birds and Mammals. Dalam: Swayne DE, editor. 2008. A

Komentar

Posting Komentar